gravatar

KEMAH ABRAHAM MEMBAJAK AL FATIHAH

Category Judaism and Zionist, Kristologi

Setiap orang yang mengaku sebagai seorang muslim yang taat, pasti mengetahui dan hafal surat pembukaan Al Qur'an yang disebut surah Al Fatihah. Walaupun hanya berisi 7 ayat, tapi peran surat Al Fatihah dalam kehidupan umat Islam adalah sangat penting, tidak sah shalat seorang Muslim jika tidak membaca surat yang juga disebut sebagai Ummul Qur'an ini.


Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur'an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat.


Namun, ada sebagian orang yang tidak jelas apa maksudnya, menjiplak Al Fatihah dan sedikit dimodifikasi dengan bahasa Ibrani. Mereka adalah dari kalangan Gereja Kemah Abraham pimpinan Pdt. Prof. Dr. KAM. Yusuf Roni. Dan hasil jiplakan atau plagiat itu mereka mereka namakan dengan Tefillah Happatha

berikut adalah bukti dari hasil plagiat mereka :



tulisan di gambar:

Tefilla Happatha

Beshem Eloah Harakhman Harakhimim
Hodu la-YHWH Rabun Ha‘olamim
Harakhman Harakhimin, Melekh Yom Haddin
Elekha na‘bod Adonai le’orekh yamim
Neheni be’orakh mishor lehayyim
Lalekheth be’orakh hatstsadiqqim
Lo halakh be‘etsath risha‘im welo hassagim
Amen

Dengan Nama (Eloah - TUHAN) Maha Pengasih Maha Penyayang
(Ezra 5:1; Daniel 9:9)

Syukur kepada (YHWH - TUHAN), Penguasa semesta alam
(Liturgi Yahudi)

Maha Pengasih, Maha Penyayang, Raja Hari Pengadilan
(Terminologi Yahudi)

Kepada-Mulah kami beribadah, ya (TUHAN - Adonai), untuk selamanya
(Mazmur 30:9)

Bimbinglah kami senantiasa ke jalan yang lurus menuju kehidupan
(Mazmur 27:11)

yaitu menurut jalan orang-orang yang benar
(Ulangan 8:6)

Bukan menurut nasihat orang fasik dan bukan orang sesat
(Mazmur 9:21)

Amin




Bandingkan dengan Al Fatihah, mirip bukan?

Namun, ini adalah suatu propaganda mereka. Tidak ada satupun ayat dalam Bible yang dinamai Tefillah Happatha atau Doa pembukaan. Doa ini hanyalah potongan-potongan ayat dan bacaan Yahudi yang disatukan dan diklaim sebagai doa mereka dalam ibadah.
untuk apa mereka melakukan ini? Untuk menyesatkan umat.




....................readmore

gravatar

DEVARIM 18:15-22 (Nubuatan Kenabian Muhammad SAW)

"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang haruskamu dengarkan. Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, digunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudaramereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakankepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanyaakan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi, yang terlalu beraniuntuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidaksampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabiitu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya." (Devarim18:15-22)


Nabi yang yang sama seperti engkau disini adalah dimaksudkan kepada nabi yang sama atau seperti Musa. Muslim menjawab bahwa nubuatan ini adalah bagi Muhammad tapi Kristen menganggap bahwa nubuatan ini ialah bagi Yesus. Kita akan buktikan siapakah yang terdapat dalam nubuatan tersebut.

Berikut adalah penjelasan atara kesamaan antara Musa, Muhammad dan Yesus.



"sama seperti aku - Sepeti engkau ini"

Musa adalah raja dan nabi, Muhammad adalah juga raja dan nabi (tidak penting dia memakai mahkota atau tidak, jika dia dapat menetapkan hukum maka ia adalah raja). Yesus hanyalah nabi dan bukan raja, sebab Yesus sendiri mengaku kerajaannya bukan dari dunia ini. Lagi pula nubuatan ini untuk seorang nabi, bukan Tuhan, Yesus tidak bisa menggenapi, karean bagi umat Kristen Yesus adalah Tuhan



Musa membebaskan kaum Yahudi daripenindasan di Mitzrayim (Mesir), dengan membawa mereka ke Palestina. Muhammad membebaskan kaum Muslimin dari kekejian dan kejahiliahan kaum Musyrikin Quraisy dengan membawa mereka ke Yatsrib. Kedua kejadian ini adalah kejadian konkret,artinya adalah kedua kejadian ini adalah nyata dan pernah terjadi sertatercatat dalam sejarah. Sedangkan Yesus tidak pernah membebaskan orang daripejajahan apapun bahkan ia sendiri ditangkap dan tewas di kayu salib (menurut Kristen), hanyalah orang Kristen yang menganggap bahwa Yesus telah membebaskan orang dari belenggu dosa, tapi ini tidak konkret, dan sampai sekarang tidak ada orang yang bisa membuktikan secara konkret bahwa Yesus telah menebus dosa mereka dan tidak pula penebusan itu tercatat dalam sejarah.

Musa pernah bertemu Tuhan semasa diahidup, yaitu di Gunung Sinai dan Muhammad pun pernah bertemu Tuhan semasa diahidup yaitu pada peristiwa Isra' Mi'raj. Dan menurut nubuatan Devarim 34:10,hanya Musa-lah nabi Bani Israel yang bertemu Tuhan secara bertatap muka, makaini adalah nubuatan yang tidak akan mungkin di genapi oleh nabi-nabi Israellainya, termasuk Yesus.

"Seperti Musa yang dikenal YHWH dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah YHWH di tanah Mitzrayim terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel."(Devarim 34:10:12)

Berarti dari ayat ini bisa disimpulkan bahwa selain Musa, tidakada lagi nabi Israel yang memiliki mukjizat sedahsyat Musa, jadi nabi yang lainitu haruslah bukan Bani Israel. (jika tidak ada nabi yang se-dahsyatMusa, maka Yesus pun tidak sedahsyat Musa, lantas mengapa Yesus yang menjadi, mengapa Tuhan bukan Musa?)



Musa tidak bisa berbahasa dalam bahasa nenek moyangnya (orang Ibrani) karena dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga Firaun yang berbahasa Koptik, begitu juga Muhammad yang tidak bisa membaca dalam bahasa nenek moyangnya. Sedangkan Yesus bisa berbicara dan membaca bahasa Ibrani dan Aram sebagai bahasa nenek moyang dan bahasa masyarakat kala itu.



Musa dilahirkandan juga dibesarkan dalam tempat yang sama yaitu Mitzrayim (Mesir), namun wafatpada saat hijrah ke Palestina, begitu juga Muhammad lahir dan juga di besarkan di Makkah, namun beliau wafat di Madinah, tempat beliau hijrah. Sedangkan Yesus lahir di Palestina, besar di Mesir, dan wafat (menurut Kristen) di Palestina.

Jadi, dari ciri-ciri diatas, Muhammad seperti Musa, sedangkan Yesus tidak seperti Musa.





"Aku akan menaruh firman-Kudalam mulutnya"

Ayat ini tidak mungkin di genapi oleh Yesus karena menurut ImanKristen Yesus adalah Firman Allah. Firman apalagi yang hendak ia terima jika ia sendiri adalah Firman Allah?

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."



"demi nama-Ku"

Muhammad selalu mengatakan dan menyampaikan firman Tuhan Allahdengan mendahuluinya dengan menyebut nama Allah "Bismillahir Rahmanir Rahim", "Dengannama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Sedangkan Yesus selalumengajarkan pada murid-muridnya untuk menyebut namanya bukan nama Tuhan.





"demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN"

Perkataan Yesus yang paling tidak mungkin terjadi ialah ketika ia berjanji pada murid-muridnya bahwa ia akan datang untuk kali kedua sebelum murid-muridnya itu selesai mengunjungi kota-kota di Israel untuk mewartakan Injil, padahal sampai saat ini murid-muridnya itu telah wafat sejak ratusan tahun lalu, Yesus belum juga datang.

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kotaIsrael, Anak Manusia sudah datang.( Mattay 10:23)

Catatan: Devarim adalah nama Ibrani untuk Kitab Ulangan.


....................readmore

gravatar

Satu Tuhan Satu Kebenaran (seri YHVH 3)

Category Judaism and Zionist, Kristologi

Oleh Ni'matullah D. Felani Yash'a

Dari 2 tulisan tentang Yahweh sebelumnya yaitu AlQur’an berbicara tentang nama Yahweh dan Yahweh bukan milik orang Kristen telah disampaikan bahwa Yahweh dalam agama Yahudi adalah Allah SWT, Yahweh tersebut bukan Tuhan dalam agama Kristen
Perbedaan Yahweh dan agama Kristen telah kita ketahui, yaitu konsep dasar agama Kristen telah melanggar aturan dasar penyembah Yahweh.Sedangkan perbedaan sifat Yahweh dalam Taurat dan Allah dalam Al Quran hampir tidak ada.Berikut sifat Yahweh dalam Taurat dan Allah dalam Al Quran.

• Yahwe itu Esa
“Dengarlah hai orang Israel, Yahweh Eloah kita, Yahweh itu Esa” (Sefer Devarim 6:4)
Allah itu Esa
“katakanlah: Dialah Allah yang Maha Esa” (QS Al Ikhlash:1)

• Yahwe selalu memperkenalkan diri-Nya sebagai Tuhan

“Akulah Yahweh, Elohimmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.”( Sefer Shemot 20:2)
Allah SWT selalu memperkenalkan diri-Nya sebagai Tuhan.

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”( QS. Thaha:14)


• Yahweh membenci dan mengutuk orang-orang yang memanupulasi firman-Nya
“Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.”( Yehezqiel 22:26)
“Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?”( Yirmeyahu 8:8-9)


Allah membenci dan mengutuk orang-orang yang memanupulasi firman-Nya

“Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.( QS Al Baqarah:79)
“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quraan kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya”( QS.Al An’aam :91)

• Yahweh adalah satu-satunya Tuhan dan Dia tidak ingin dipersekutukan

“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.angan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”( Sefer Shemot 20:2-3)
Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Dia tidak ingin dipersekutukan
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”(QS. Al Hasyr :23)

• Yahweh mengasihi orang-orang beriman dan orang-orang baik.

“...Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya..”( Yehezqiel 18:20-22)

Allah mengasihi orang-orang beriman dan orang-orang baik.

“Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh 58, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS Al Baqarah :62)

Dan masih banyak lagi sifat-sifat Tuhan pada umumnya. Itulah alasan-alasan yang membuktikan bahwa Yahweh dan Allah bukanlah Dzat yang berbeda melainkan Tuhan yang sama yaitu Tuhan Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Musa dan Harun, Isa dan Muhammad.
Namun, Saat kita mengetahu bahwa Allah adan Yahweh adalah sama, maka apakah mungkin ada dua kebenaran yang berasala dari satu sumber. Para penyembah Yahweh (Yahudi) dan penyembah Allah ( Islam) mengklaim sebagai agama yang benar serta masih ada hingga saat ini.
Kali ini yang penulisa akan bandingkan bukanlah antara Allah dan Yahweh melainkan antara Agama Islam dan Yahudi.
 Agama Yahudi mengimani kitab suci yang mencatat kalimat-kalimat yang menghina Yahweh seperti ayat-ayat tentang hari Shabbath (lihat Sefer Shemot 31:7).
 Bila nama Tuhan yang diperkenalkan pertama kali kepada umat Yahudai pertama kali adalah Yahweh, maka Yahudi tidak pernah mengucapkan nama Tuhan yang benar melainkan dengan gelar-gelar lain seperti Adonay dan HaShem.

Maka karena 2 hal tersebut, Agama Yahudi tidak lagi bisa dijadikan pembawa kebenaran dari Yahweh /Allah SWT DAN Islam berlepas dari semua yang dilakukan mereka itu. Jadi, telah kita ketahui bahwa hanya ada satu kebenaran untuk Tuhan yang satu. Lantas apakah nama Yahweh masih boleh digunakan oleh umat Islam? Tidak, Sebab:
 Yahwe bukan nama sejati dari Tuhan melainkan hanya sebutan
 Allah telah mengajarkan kita untuk menyebut-Nya dengan nama-namaNya yang baik ( Asma`ul Husna)
Maka dari itu telah benra bahwa Satu Tuhan Satu Kebenaran.
....................readmore

gravatar

Anggapan Yahweh bukan Tuhan orang Kristen (seri YHVH 2)

Category Judaism and Zionist, Kristologi

Oleh Ni'matullah D. Felani Yash'a

Belakangan ini sering muncul kontroversi diantara umat Kristen seputar siapakah nama Tuhan dalam agama Kristen.Sebagian kelompok seperti Kanisah Orthodoks Syria, dikenal sebagai kaum penyembah Allah. Sebab mereka menerjenahkan kata Yahweh sebagai Allah.Padahal kata Allah sendiri hanya dimiliki oleh Islam yang diadopsi oleh orang Kristen,tapi dengan konsep yang berbeda. Sedangkan sebagian kelompok yang lain menytakan bahwa nama Tuhan adalah Yahweh. Nama ini telah ada sejak jaman Musa dan dipakai oleh kaum Yahudi, dan menurut mereka nama ini tidak boleh diterjemahkan.
Penulis dalam tulisan Al Quran berbicara tentang nama Yahweh, telah membuat kesimpulan bahwa Yahweh adalah Allah SWT. Yahweh sebagai sebutan, bukan nama asli, sebutan untuk Tuhan dalam agama Yahudi. Namun, apakah Yahweh yang diklaim agama Kristen sebagai nama Tuhan sejalan dengan konsep Yahweh dalam agama Yahudi.


Yahweh bukan Tuhan Orang Kristen

Orang Kristen, sekte apapun dan secara tersirat maupun tersurat mengaku bahwa mereka menyembah Yahweh. Yahweh yang mereka yakiniadalah Yahweh Tritunggal ( Yahweh Av, Ben Yahweh,dan Rouach Ha Kodesh). Namun mungkin mereka lupa bahwa AgamaYahudi yang memperkenalkan nama Yahweh ini tidak mengakui Trinitas atau Yahweh yang Tritunggal, melainkan Yang Esa. Mereka mengatakan bahwa orang Yahudi belum dibukakan matanya untuk menerima Yesus Kristus ( Yahshua’ Ha Mashiach) sebagai Yahweh ( Yahshua’ artinya Yahweh yang menyelamatkan). Tapi ada kejanggalan-kejanggalan atas klaim agama Kristen ini,mengingat adanya ketidaksesuaian antara Yahweh dengan konsep-konsep dalam agama Kristen.
Penulis tidak akan membandingkan Yahweh dengan Tuhan orang Kristen,Yahshua’,tapi kebih kepada perbandingan antara karakter Yahweh dan doktrin dan dogma dalam ajaran Kristen.

Perbandingan Yahweh dan Ajaran Kristen

• Yahweh (Allah SWT) mengatakan bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan dan tidak ada Tuhan selain Dia.
"Akulah YAHWEH, Elohim-mu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mitzrayim, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”( Sefer Shemot 20:2-3)
“Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa YAHWEH-lah Elohim, tidak ada yang lain kecuali Dia.( Sefer Devarim 4:35).
“ Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa YAHWEH-lah Elohim yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.( Sefer Devarim 4:39).

Sedangkan orang Kristen menyatakan bahwa ada Tuhan lain selain Yahweh.Hal ini dapat dilihat pada Syahadat Nicea.
“ Aku percaya akan satu Elohim, Bapa yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan Yahweh Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Elohim dari Elohim, terang dari terang.Elohim benar dari Elohim benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa segala sesuatu dijadikan olehnya. Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. dan Ia menjadi daging oleh Rouach Ha Kodesh dari Perawan Maryam dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; KerajaanNya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Yahweh yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa (dan Putra) Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan. Ia bersabda dengan perantaraan para nabi Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan kehidupan di akhirat. Amin.

Kalimat “Elohim dari Elohim, terang dari terang. Elohim benar dari Elohim benar” telah menyatakan bahwa ada Elohim selain Yahweh,hanya saja Yahweh ditempatkan sebagai yang utama, yang Maha.

• Yahweh (Allah SWT ) mencintai hukum Taurat dan mewajibkanya bagi orang beriman.
“Taurat YAHWEH itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan YAHWEH itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah YAHWEH itu tepat, menyukakan hati; perintah YAHWEH itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan YAHWEH itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum YAHWEH itu benar, adil semuanya.” ( Tehillim/Zabour 19:8-10)

sedangkan dalam iman Kristen,Taurat tak lebih dari hanya sebuah hukun usah yang kadaluarsa.
“Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”( Roma 3:19-20)
“Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat. Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.”( Galatia 3:10-12)

• Yahweh yang adalah Tuhanya Avraham mewajibkan khitan sebagai perjanjian kekal atas keturunan Avraham dan orang-orang beriman lainya.

“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."( Sefer Bereshit 17:7-14)

Yahweh mengatakan bahwa khitan adalah sebuah perjanjian kekal berarti tidak pernah akan bisa dibatalkan.Tapi Agama Kristen malah menganggap khitan itu tidak penting.

“Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.”( 1 Korintus 7:18-19)
“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.”(Galatia 5:1-4)

Maka jika orang Kristen yang bersunat,maka dia berada pada dilema,saat dia melaksanakan perjanjian kekladengan Yahweh,dia harus keluar dari kasih karunia.

Maka telah jelas bahwa agama Kristen tidak didasari atas kehendak Yahweh, melainkan hanya hukum-hukum manusia. Dan orang Kristen pun tidak boleh mengklaim sebagai penyembah Yahweh.
....................readmore

gravatar

Al Qur’an berbicara tentang kata “YHVH” (seri YHVH 1)

Category Judaism and Zionist, Kristologi
Oleh Ni'matullah D.Felani Yash'a

Di Dunia ini ada dua agama yang memilki banyak kesamaan yang sama persis dan hanya sedikit perbedaan, baik dalam konsep ketuhanan maupun konsep syariat, kedua agama itu adalah Yahudi dan Islam. Namun, ada suatu perbedaan yang mendasar pada masing-masing agama, yaitu bagaimana mereka menyebut nama Tuhan. Yahudi sebagai agama monotheisme pertama, mengklaim bahawa nama Tuhan alam semesta adalah YHVH (Yahweh,
Yahuwah, Yehovah). Sedangkan Islam mengklaim bahawa nama Tuhan yang benar adalah ALLAH.


Tapi, apakah dari segala kesamaan konsep ketuhanan, syariat, kisah-kisah yang ada di Al Quran dan Taurat, apakah mungkin kesamaan-kesamaan itu berasal dari Tuhan yang berbeda?. Ini yang membuat penulis berani menulis artikel ini.

Kata “Yahweh” dalam Al Qur`an.
Apakah umat Islam menerima kata Yahweh yang diklaim orang Yahudi? Adakah kata “Yahweh” terdapat dalam Al Quran Al Karim sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu?
Pemikiran penulis menjelajahi makna kata Yahweh yang diakui oleh pemeluk Yahudi, dan mencari kata-kata yang semisalnya dalam Al Qur`an. Dan berhenti serta berfikir untuk satu nama dalam Al Quran, Zakariyya.

“penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakariyya,” (QS.Maryam:2)

“Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.”(QS.Maryam:7)


Setiap umat Islam pasti mengetahui ayat diatas, ya itu adalah penggalan surat Maryam. Sebenarnya yang ingin penulis paparkan disini adalah, tentang nama yang terdapat dalam penggalan ayat tersebut. Ya, nama itu adalah Zakariyya , salah satu utusan Allah AWJ dari kalangan bani Israil.
Zakariyya as yang merupakan orang bani Israil, sudah tentu memiliki nama yang berasal dari bahasa Ibrani (bahasa Bani Israil). Karena nama Zakariyya dalam teks bahasa Arab Al Qur`an adalah tidak memiliki arti, maka harus kita kembalikan kedalam bahasa asli nabi Zakariyya AS.

Zakaria secara etimologi bahasa Ibrani

Zakariyya adalah hasil transliterasi ke dalam bahasa Arab dari nama Ibrani Zacharyah . Sedangkan kata Zacharyah berasal dari akar kata zakhara dan akhiran -Yah.
Zakhara berarti mengingat, sedangkan -Yah adalah singkatan untuk kata Yahweh, Yahuwah,atau juga Yehovah (YHVH), yang diartikan umat Yahudi sebagai nama Tuhan, sesembahan Ibrahim, Musa, dan ‘Isa. Jadi jika kedua kata itu disatukan akan membentuk kata Zacharyah yang artinya ‘diingatkan oleh Tuhan’ atau ‘Tuhan telah mengingat’.
Jadi, sebenarnya nama Yehuwah (YHVH) masuk kedalam Al Quran melalui nama Nabi Zakariyya as yang merupakan hasil transliterasi dari Zacharyah. Dan Allah SWT dalam firman-Nya (Al Quran) tidak merubah nama Zakariyya menjadi nama lain sebagai gelar, seperti nama Nabi Idris as yang sebenarnya bernama Henoch, gelar Idris diberikan sesuai akar katanya “da-ra-sa” yang artinya belajar, dikarenakan nabi Idris as adalah manusia pertama yang menulis dengan pena. Penyantuman nama Zakariyya (Zacharyah dalam lidah Arab) mengindikasikan bahwa Allah ingin memberitahukan maksud dari akhiran “Yah”, yang diartikan para penganut Yahudi sebagai nama Tuhan yang sebenarnya. Apakah maksud dari kata Yah ataupun Yahuwah dalam nama yang tercantum di Al Quran itu? Apakah nama Tuhan itu benar-benar YHVH (Yahweh, Yahuwah, Yehovah)?


Nama Yahweh (TUHAN): Asal-usul dan Makna Teologis

Nama Yahweh untuk pertama kalinya dinyatakan kepada Nabi Musa (Keluaran 6:1). Allah menyatakan diri kepada Nabi Musa dalam nyala api yang keluar dari se-mak duri, dan ketika Allah mengutusnya menghadap kepada Firaun untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir, Musa bertanya: "Ba-gaimana tentang Nama-Nya? (Ibrani: Mah symo). Apakah yang harus kujawab kepada mereka?" (Keluaran 3:13).
Patut dicatat pula, cara biasa untuk menanyakan nama seseorang dalam bahasa Ibrani memakai kata ganti Mi, "Siapakah" (bandingkan dengan kata Arab, Man). Tetapi di sini dalam ayat ini dipakai "Bagaimana (mah) tentang Nama-Nya?". Mah symo, sejajar dengan bahasa Arab: Ma smuhu, menuntut suatu jawaban yang lebih jauh, yaitu memberikan arti ("apa dan bagaimana") atau hakikat dari nama itu. Bukan sekedar menunjukkan nama, melainkan lebih dari itu makna yang menunjuk kepada "Kuasa di balik Dia yang di-Nama-kan".
Pertanyaan Nabi Musa ini lalu dijawab Allah dalam bahasa Ibrani: Ehyeh asyer ehyeh, -- Aku adalah Aku (Keluaran 3:14). Dengan firman itu Allah menyatakan siapakah Diri-Nya. Secara gramatikal, apabila Allah sendiri yang mengucapkan Nama-Nya, maka kita menjumpai bentuk ehyeh (Aku Ada), sedangkan apabila umat Allah yang mengucapkan tentu saja memakai kata ganti orang ketiga Yahweh (Dia Ada).
Bagaimana pula secara gramatikal akhirnya kita menemukan bentuk Yahweh? Menurut sebuah tafsir dalam bahasa Ibrani yang cukup representatif (karena berasal dari kalangan rabbi-rabbi Yahudi sendiri), memang bentuk yahweh tersebut berkaitan erat dengan ke-"Maha hadir"-an Ilahi, baik dahulu, kini dan yang akan datang. Keber-Ada-an Allah apabila dikaitkan dengan ketiga aspek waktu tersebut, dalam bahasa Ibrani adalah: hayah, "Ia telah Ada" (He was), howeh, "Ia Ada" (He is), dan yihyeh, "Ia akan Ada" (He will be). Maksudnya di sini, Allah itu Mahakekal, tidak terikat oleh aspek waktu, dan hal itu dibuktikan dengan kekuasaan-Nya yang selalu dinamis.
Jadi, arti nama Yahweh sendiri pun adalah merupakan terjemahan dari kata “Aku adalah Aku” bukan murni nama Tuhan.


Telaah Nama YHVH menurut Penulis

Nama Yahweh memiliki arti “Aku adalah Aku” yang mengindikasikan bahwa Tuhan memiliki sifat yang tidak dapat terjangkau oleh akal dan pikiran manusia, dan juga memiliki dzat yang tidak sama dengan makhluk.seperti yang tertulis dalam Al Quran

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

“Tiada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS. Al Ikhlash:4)

Ini menyatakan bahwa Tuhan adalah Dzat yang tidak terjangkau oleh akal , kemampuan dan ilmu pengetahuan manusia. Jadi, nama Yahweh sebenarnya adalah nama gelar untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam.
....................readmore

gravatar

Ten Commandements versi Al Qur`an Category Judaism and Zionist, Kristologi

1. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”(Sefer Shemot 20:3)

sejalan dgn :
QS Al isra 17:22
'janganlah kamu adakan tuhan lain d samping Allah, agar kamu tidak jad tercela dan d tinggalkan'


2.”Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu.”( Sefer Shemot 20:4-6)


sejalan dgn :
QS Al isra 17:22
”janganlah kamu adakan tuhan lain d samping Allah, agar kamu tidak jad tercela dan ditinggalkan”

3.Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan (Sefer Shemot 20:7)

sejalan dgn :
QS al isra 17:3
katakanlah, 'serulah Allah atau Arrahman, dengan nama mana saja yang kamu seru, hanya bgINYA lah al-asma al-husna, dan janganlah kamu keraskan suaramu dlm shalatmu dan janganlah merendahknya dan carilah jalan tengah antara keduanya '

4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Sefer Shemot 20:8-11)

hari sabbath sebenarnya hanyalah utk umat israel umat nabi Musa pada jamanya, sdang muslim (umat nabi Muhammad) wajib mensucikan hr jum'at

QS Al jumuah 62:9
'hai orang2 yang beriman, bila kamu diseru utk melaksanakan shalat (hari) jumat, maka segralah kamu pada mengingat Allah dan tinggalknlah jual beli, yang demikian lebih baik bagimu bila kamu mengetahui'

pelanggaran pd hr sabath : hukuman mati ,trnyata tidak separah hukum meninggalkn 3 kali berturut2 shalat jumat, yaitu KAFIR.






5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tahan yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu (Sefer Shemot 20:12)

sejalan dgn :
QS 31:14
'Dan Kami perintahkan pada manusia (berbuat baik) pada 2 orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandngnya dlm keadaan lemah yg bertambah2 dan menyapihnya dlm 2 tahun, bersyukurlah padaKU dan kedua ibu bapakmu dan hanya padaKU lah kembalimu'


6. Jangan membunuh (Sefer Shemot 20:13)


sejalan dgn :
QS al ìsra 17:33
'Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah ,melainkan dgn (alasan) yang benar... '

7. Jangan berzinah (Sefer Shemot 20:14)

sejalan dgn :
QS Al isra 17:32
'Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungghnya zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk '


8. Jangan mencuri (Sefer Shemot 20:15)

sejalan dgn :
''laki laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri , potonglah tangan keduanya, (sebagai) pembalasn bagi apa yang mrka kerjakan dan sebgai siksa darg Allah, dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana '


9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (Sefer Shemot 20:16)
sejalan dgn :
QS Al baqarah 283
'Dan janganlah kamu menyembunyikn persaksian, dan barang siapa menyembunyikanya maka sesngguhnya ia adalah seorang yg berdosa hatinya dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan '

10.Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu (Sefer Shemot 20:17)

sejalan dgn :
QS As syura 26:183
'Dan janganlah kamu rugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dgn membuat kerusakan '


....................readmore

gravatar

Aqidah Islam dan Ilmu pengetahuan

Oleh : Ust. Masdar Abu Yafie

Di posting Di blog ini Oleh :Hamba Allah

Islam Dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Menjadikan aqidah sebagai dasar kurikulum juga merupakan sebuah keharusan. Aqidah islam sebagai dasar kurikulum bukan berarti setiap ilmu pengetahuan wajib bersumber dari aqidah Islam. Islam tidak memerintahkan demikian, lagi pula hal itu sangat bertentangan dengan kenyataan, Karena tidak semua ilmu pengetahuan bersumber dari Aqidah Islam . Misal : Ilmu Bahasa ,sains dan teknologi dan lainnya. Aqidah islam hanya menyangkut doktrin dan hukum islam , sama sekali tidak ada hubungannya dengan yang lain. Akan tetapi setiap pengetahuan yang dengan keimanan dan

hukum harus bersumber dari Aqidah Islam , Karena aqidah muncul dengan membawa dua unsur ini ( keimanan dan hukum )

adapun yang dimaksud dengan meletakkan aqidah islam sebagai dasar dari ilmu pengetahuan selain menyangkut masalah keimanan dan hukum ialah agar aqidah islam dijadikan standar penilaian . Adapun yang bertentangan dengan aqidah islam tidak boleh diambil atau diyakini. Sedangkan yang tidak bertentangan dengan aqidah islam boleh diambil. Aqidah menjadi tolak ukur apakah sesuatu itu boleh diambil atau tidak. Oleh karena itu mempelajari segala macam ilmu pengetahuan bukan merupakan penghalang karena dalil - dalil yang menganjurkan menuntut ilmu pengetahuan bersifat umum ( 'aam )

Rasulullah SAW bersabda :

" menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim " ( HR Ibnu Adi dan Baihaqi )

" Carilah ilmu sekalipun ke negri Cina " ( HR Ibnu Adi dan Baihaqi )

Dalam HAdist diatas bersifat 'aam , Mencakup jenis ilmu pengetahuan , baik itu ilmu -ilmu yang berkaitan dengan teknologi , Industri , ilmu pengetahuan alam , ilmu logika dan lain sebagainya

Rasulullah SAW bersabda :

" Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu , Maka Allah memudahkan jalan baginya menuju syurga ." ( HR Muslim , Tirmidzi dan Abu Hurairah ).

Lafaz 'ilman dalam Hadis diatas adalah nakiroh ( Kata sandang yang tidak tentu ) yang bersifat umum. Jadi , Mencakup segalam macam ilmu pengetahuan. Oleh Karena itu tidak dapat larangan di dalam islam untuk mempelajari ilmu pengetahuan apapun, selama ia tidak bertentangan dengan aqidah islamiyah.

Al qur'an Misalnya mengandung beberapa pemikiran dan keyakinan tentang berbagai macam agama dan golongan yang terdapat di masa Nabi SAW

Jadi jelas bahwa mempelajari pengetahuan yang bertentangan dengan Aqidah Islam dengan syarat tidak dijadikan pegangan dan keyakinan adalah boleh hukumnya yang dilarang adalah

mengambil pemikiran yang terkandung di dalam suatu pengetahuan tertentu yang betentangan dengan Aqidah islam dan dijadikan pegangan.

Beberapa contoh misalnya adalah pemikiran - pemikiran yang bertentangan dengan Aqidah islam adalah teori evolusinya Darwin , Yang menyatakan bahwa perkembangan manusia berawal dari hewan primata ( Kera )

Teori ini sangat bertentangan dengan firman Allah SWT :

" Sesungguhnya perumpamaaan Isa disisi Allah seperti halnya perumpamaan Adam. Ia diciptakan dari tanah , Kemudian dia katakan : " Jadilah engkau ! " maka jadilah ia.
(QS. ALI IMRAN : 59 )

dalam aspek sosial teori ini sangat berbahaya mempengaruhi cara berfikiran masyarakat dengan pendapatnya bahwa yang yang terkuat akan tumbuh dan menang , sesuai dengan seleksi alam.

Contoh pengetahuan lain yang bertentangan dengan aqidah islam adalah teori perkembangan
( evolusi ) materi menurut keyakinan kaum komunis.Teori ini berpendapat bahwa materi itu berkembang dengan sendirinya.

Tidak ada faktor lain yang turut campur mengadakannya ataupun menumbuhkannya. Dalam bidang Biologi teori ini dalam perkembangannnya dikenal dengan istilah
" Generatio spontanea " bahwa makhluk hidup ( dalam Hal ini organisme sel ) tercipta dengan sendirinya. Menurut teori ini rabb tidak ada , padahal Allah SWT berfirman :

" wahai orang - orang yang beriman , percayalah kamu semua kepada Allah."
( QS. An nisa' : 136 )

" Allah telah menciptakan langit dan bumu dan apa yang ada diantara keduanya."
(QS. As sajadah : 4 )

Dr Thaha Husain adalah salah satu sastrawan mesir dalam bukunya , al 'adab al jahili , mengatakan :

" sesungguhnya kisah Ibrahim yang berkenaan dengan pembangunan ka'bah adalah Dusta. Kisah itu hanya di buat - buat oleh orang ahli Hikayat ( dongeng ) yang tidak ada dasarnya."

Disini Dr. Thaha Husain mengingkari kisah ibrahim beserta putranya Ismail AS . Padahal kisah ini disebutkan dalam alqur'an menceritakan bahwa kejadian itu kenyataan bukan dongengan yang mengada - ada.

Allah SWT berfirman :

" Dan ingatlah sewaktu Ibrahim mengangkat pondasi Ka'bah bersama ismail ( seraya berdo'a )
" wahai Rabb kami, terimalah ( pengabdian ) ini dari kami , sesungguhnya Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui." ( QS. Al Baqarah : 127 )

Dr Muhammad Iqbal , seorang sastrawan Pakistan , dalam bukunya , " tajdidul fikri ad diini fil islam " ( Pembaharuan pemikiran agama menurut islam) , Mengatakan bahwa :

" Jannah dan Nar ( surga dan neraka ) adalah hanya suatu pengertian dari dua perasaan hati yang dibuahkan oleh kesuksesan atau kegagalan manusia di
Dunia "

Pendapat Muhammad Iqbal ini sangat bertentangan dengan fakta didalam Al Qur'an :

" Inilah Neraka jahannam yang didustakan oleh orang - orang yang berdosa. Mereka berkeliling diantaranya dan diantara air yang mendidih yang memuncak panasnya."
( QS. Ar rahman : 43 - 44 )


Inilah beberapa ilmu atau pemikiran yang boleh diketahui tetapi tidak boeh menjadi pegangan karena tidak sesuai dengan aqidah islam.

Wallahu a'lam bi ash sowab



Penulis : Ust Masdar Abu Yafie

Aktivis Dakwah Kota Medan

....................readmore

Kamus Online

Cari Artikel Dakwah Lainnya Disini

Radio Online

Pengikut